Pendeta dan Setan

Risalah Mujahidin – Dalam Fb beredar dialog pertemanan antara Kyai dan Pendeta, tapi tak disebutkan identitas keduanya.

“Kyai, maaf-maaf kata nih, ternyata nama Nabi Isa lebih banyak disebut dalam Al-Qur’an ketimbang Nabi Muhammad,” kata Sang Pendeta memulai dialog.

“Lalu, masalah buat sampeyan?” jawab Kyai sambil menyerup kopi.

“Oh tidak, justru itu masalah buat Kyai.”

“Masalahnya apa?”

“Itu membuktikan bahwa Al-Qur’an sendiri menempatkan Yesus lebih terhormat dari Nabi Muhammad. Aneh ya, dalam kitab sucinya sendiri, namanya disebut lebih sedikit,” jelas Pendeta yang merasa menang dalam perdebatan itu

“Itu cara pandang sampeyan. Bagi Ane dan kaum Muslimin, tidak begitu,” kata Kyai sambil bersandar di kursi duduknya.

“Ah, jangan mengelak,” sindir Pendeta.

“Sampeyan harus tahu, kemuliaan Nabi Isa dan Nabi Muhammad tidak diukur dari banyak atau sedikitnya nama mereka disebut dalam Al-Qur’an. Bagi kami orang Islam, Nabi Isa adalah rasul yang harus kami imani dan kami muliakan. Sama seperti kami mengimani dan memuliakan Rasulullah Saw. Tentu dengan cara yang diajarkan Islam,” papar Kyai.

“Bagi saya, jawaban itu hanya apologi saja. Kesimpulan saya, Yesus lebih mulia daripada Muhammad karena namanya lebih banyak disebut dalam Al-Qur’an. Ibarat peran dalam film, Yesus itu aktor utama. Muhammad hanya figuran,” kata Pendeta tak mau kalah.

Kyai menatap jauh, masih sambil minum kopi.

“Gimana, Kyai. Apa Kyai setuju dengan kesimpulan saya?” tanya Pendeta.

“Kesimpulan yang mana?” kata Kyai santai.

“Bahwa Yesus lebih mulia karena namanya lebih banyak disebut dalam Al-Qur’an daripada Muhammad.”

“Saya tidak setuju,” jawab Kyai mulai agak gerah.

“Apakah Kyai merasa terhina dengan kenyataan ini?” kejar Pendeta lagi.

“Bukan. Tapi karena saya tidak mau merendahkan Nabi Isa soal banyak-banyakan nama yang disebut Al-Qur’an.”

“Ah, katakan saja Kyai malu, takut,” ejek Si Pendeta

“Apa sampeyan belum pernah menghitung?”

“Menghitung apa?”

“Dalam Al-Qur’an Setan jauh lebih banyak disebut daripada Nabi Isa. Apakah menurut sampeyan, Setan berarti lebih terhormat dari Nabi Isa?” tanya Kyai sambil tertawa senang.

Wallahu’alam bish shawab…

Tags: , ,

Berikan Komentar